20211217_145454-1-e1639768079947
IKLAN BESAR
previous arrow
next arrow

DLH TURUN KE LAPANGAN, KROSCEK KELUHAN WARGA PERANGAI

Bagikan Berita ini ...

LAHAT, Detiksriwijaya – DLH (Dinas Lingkungan Hidup) pemerintah Kecamatan, Polsek Merapi dan Koramil Merapi Area turun ke lokasi dan memastikan ada tidaknya aktivitas yang berdampak pada lingkungan dari aktivitas penambangan batubara  PT. Era Energi Mandiri (EEM) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tais, di Desa Perangai Kecamatan Merapi Selatan.

Kepala DLH Kabupaten Lahat, Ir. H. Misri melaui Kabid Lingkungan hidup Lepi Desniati, MT mengatakan, sejak pihaknya mendengar adanya keluhan masyarakat DLH langsung memberikan respon dengan turun ke lokasi. Dan saat ini, DLH masih mencari dokumen pendukung.

“Hari ini kita bersama tim telah melakukan peninjauan ke lapangan. Masalah keluhan warga, kita akan serahkan sepenuhnya kepada pihak perusahaan yang akan bertanggung jawab,” terang Lepi didampingi Camat Merapi Selatan Gemris Palo.

Saat dikonfirmasi, Site Manager PT. EEM, membenarkan bahwa pihak DLH dan Perijinan telah melakukan peninjauan lapangan dan akan mengecek dokumen pendukung, terkait pengalihan alur anak sungai Tais.

“Pertama, yang disebut warga pencemaran itu bukanlah air limbah, tapi air aliran anak sungai. Dan secara prinsip, PT. Era sudah memenuhi kriteria izin. Sebab, ada persetujuan dari masyarakat hanya belum berkelanjutan”, terangnya, Jumat (2/2/18).

Terkait masalah adanya oknum yang berinsiatif ingin melakukan penutupan tambang, lanjut dia, itu tidak dibenarkan dan atau menghalangi kegiatan operasional penambangan PT. Era juga tidak dibenarkan.

“Pihak DLH dan Perijinan hari ini telah meninjau ke lapangan, perihal pengalihan anak sungai Tais. Team DLH dan Perijinan dan akan mempelajari hasil dari peninjauan pada hari ini (Kamis 1 Februari 2018), dan akan memberikan hasil peninjauannya dari lapangan”, katanya.

Lebih lanjut, sambungnya, Ketua BPD yang merupakan pihak tidak puas atas kebijakan dari perusahaan dalam pengalihan Sungai Tais. PT Era sudah memberikan sejumlah kebijakan. Diantaranya perihal lapangan bola, di mana pihak yang tidak puas sempat menawarkan untuk perusahaan membuat lapangan di lahan yang sebelumnya sudah dibebaskan PT. Era.

“Konsekuensinya, bila lapangan bola tersebut sudah ada silahkan pemindahan alur sungai Tais dijalankan. Pihak perusaahan menanggapi usulan tersebut, dengan melakukan kajian tepi lahan. Setelah kami kaji dari sisi teknis dan sosial ekomoni, usulan itu tidak dimungkinkan, hingga kami melanjutkan program dari pak kades yang pernah PT.Era kerjakan di tahun 2016”,  beber dia.

Secara dejure dan defakto, sebutnya lagi, pak Antoni selaku kepala pemerintahan Desa Perangai yang memilki program kerja untuk masyakaratnya, salah satunya adalah lapangan bola, PT Era melanjutkan progress lapangan bola tersebut. Lapangan bola ini PT. Era kerjakan, di luar program CSR perbulan yang PT.Era berikan ke Desa Perangai. Selain itu juga jemputan anak sekolah serta sumbangan kematian bagi masyarakat Desa Perangai”. terangnya.

Sementara Kades Perangai Antoni menjelaskan, jika warga menutup akses tambang tanpa prosedur, maka pihak Pemerintahan desa (Pemdes, red) tidak akan bertanggung jawab. Karena dengan adanya perusahaan, maka memberikan dampak positif untuk kemajuan apalagi, CSR sebesar Rp.35 juta perbulan yang diberikan masuk ke kas desa dan telah di distribusikan kepada masyarakat dalam bentuk sosial dan fisik.

“Tudingan perangkat desa yang menerima Gratifikasi dari PT. EEM, itu sangat tidak benar dan kami persilahkan warga melapor ke Polisi dan kami punya dokumen yang akurat. Jika PT EEM berhenti beroperasi, warga tentunya bisa berfikir dan juga yang rugi tentunya warga sendiri, karena tidak sedikit kontribusi yang telah diberikan perusahaan, dan tentunya ini terus berlanjut, ” pungkasnya. (Ds01).


Bagikan Berita ini ...

Lihat Lagi

Tak Patuhi Putusan Praperadilan, Kuasa Hukum Herman Samsi Bakal Somasi Kapolres Empat Lawang

Bagikan Berita ini ... Lahat, Detiksriwijaya – Herman Hamzah SH, Joko Bagus SH,  Pasten Hard …