Sabtu , September 18 2021
Slider
Home / Opini

Opini

MENUNGGU (HUKUMAN) SEHARGA DUA TRILIUN

Oleh H. Dheni Kurnia INI kisah unik yang berindikasi penipuan. Semula menakjubkan, tapi kemudian jadi ranah (dugaan) pembohongan. Bayangkan, 270 juta penduduk Indonesia, termasuk gubernur, danrem dan Kapolda Sumatera Selatan, ikut terkena “prank”. Bahasa kerennya “tertipu” atau sengaja ditipu. Awalnya, semua orang kagum. Termasuk (mungkin Presiden RI), beberapa menteri kabinet …

Lanjut...

Akidi Tio, Ai Lap Yu Pul

Catatan Ilham Bintang Orang Indonesia itu paling susah. Apalagi kalau susah benaran. Bangsa yang sangat terkenal pelupa, tetapi sekali kritis, kritis sekali. Sejak kemarin petang ramai diulas sosok pengusaha Akidi Tio. Keluarga almarhum pengusaha tajir itu menyumbang 2 Trilyun rupiah untuk warga kota Palembang, Sumatera Selatan. Sumbangan itu ditujukan khusus …

Lanjut...

Covid Belum Berakhir, Masyarakat Makin Menjerit

Catatan : Ketua JMSI Kaltim M.Sukri Lebih setahun pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Beragam siasat negara, tak cukup ampuh menghentikan ‘tarian’ virus yang pertama kali merebak di Wuhan, China itu. Bukannya berkurang, lonjakan angka Covid makin sulit dibendung. Akhir Desember 2019, Covid masih ‘berdansa’ di Jakarta dan Bogor, tapi sekarang …

Lanjut...

Teguh Santosa : Kasus Narkoba Sinyal Ketidakmampuan Negara Menghadapi Peperangan Asimetris

KETUM JMSI PUSAT JAKARTA – Peredaran narkoba di tanah air merupakan bagian dari kejahatan terorganisir lintas negara atau transnational organized crime serta ekspresi dari peperangan tidak simetris atau asymmetric warfare yang dilancarkan pihak lawan untuk menghancurkan Indonesia. Melihat maraknya penyelundupan narkoba ke tanah air sudah sepatutnya pemerintah mengambil langkah yang …

Lanjut...

Mencari Jati Diri Pembangunan Lahat

M. Yanuar Anoseputra (jas hitam) Oleh : M. Yanuar Anoseputra (Pengamat) Sebagai Kabupaten Tua di Sumatera Selatan, yang bermula berdiri pada tahun 1877 sebagai Afdeling Lematang Ulu & Ilir yang merupakan salah satu dari sembilan Afdeling di bawah Residen Palembang saat itu. Kemudian Belanda merubah dari 9 Afdeling menjadi 4 …

Lanjut...